Emile Durkheim (1858-1917), dibesarkan di Prancis dan merupakan salah seorang akademisi yang sangat mapan dan sangat berpengaruh. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Itulah sebabnya, ketika ada usaha-usaha untuk merumuskan teori sastra sendiri -seperti yang pernah terjadi awal tahun 1980-an— pijakan pertama yang digunakan adalah teori sastra Barat, dan bukan lebih dahulu mencoba menyimak apa yang pernah terjadi sebelumnya. Menurut pendekatan sosiologi sastra, karya sastra dilihat hubungannya dengan kenyataan, sejauh mana karya sastra itu mencerminkan kenyataan. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Kemunculannya disebabkan, adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Teori sastra, menurut pemahaman saya adalah konsep, rumusan, kerangka atau prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjelaskan atau menganalisa sebuah karya sastra secara ilmiah. 8 Sastra eksis karena ada. Ini sesuai dengan model hari ini untuk menganggap sejarah seperti disiplin ilmu kebanyakan, terutama jika menengok kembali Sembilan belas abad yang lalu, sebagai sesuatu yang sudah. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. Teori sastra adalah studi prinsip, kategori, kriteria yang dapat diacudan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Teori sastra jadinya sekadar hendak menegaskan kesan ilmiah belaka, sementara tugasnya sebagai alat analisis, interpretasi, dan evaluasi, tidak jelas ke mana arahnya. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. LANDASAN TEORI. Menurut Ratna (2003 : 2) ada sejumlah definisi mengenai sosiologi sastra yang perlu dipertimbangkan dalam rangka menemukan objektivitas hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, antara lain: 1. Pustaka Pelajar:2011. Teori, Metode, dan Aplikasi Sosiologi Sastra Penulis : Heru Kurniawan Penerbit : Graha ILmu Ukuran : 21x26 Halaman : X+134 Sinopsis : Dapat dikatakan, perkembangan sastra saat ini relatif lebih lambat dibanding dengan produk budaya lainnya. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Sosiologi Sastra Kritik sastra memiliki korelasi yang erat dengan perkembangan kesusastraan. Teori sastra jelas hanya dapat disusun berdasarkan studi langsung terhadap karya sastra. Diharapkan tulisan kecil ini dapat menjelaskan teori dinamis sosiologi sastra ini dengan cukup jelas. Damono (2002:2) berpendapat bahwa sosiologi sastra itu suatu pendekatan, mungkin juga tidak terlalu salah. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. 8 Sastra eksis karena ada. Teori Sosiologi Menurut Para Ahli. genetisnya. Berbagai kajian lainnya seperti sosiologi sastra, antropologi sastra dan lainnya semua berkembang di era modern. Vredenbreght (1983: 5) menyebutnya sebagai pendekatan holistis. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan terhadap sastra yang memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda dari yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pengarangnya menjadi kunci utama dalam memahami relasi sosial karya sastra dengan masyarakat, tempat pengarang. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. Teori sosiologi dan teori ilmu sosial lainnya yang diposting di sini didedikasikan untuk menjadi rujukan online pembelajar ilmu sosial. LANDASAN TEORI. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Teori sastra juga mempelajari kaidah-kaidah atau kategori karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Pertama adalah sosiologi pengarang, dan institusi sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Lewat teori struktural inilah penulis akan lakukan analisis cara bagaimana pengarang mengekspresikan cerita yaitu lewat struktur-struktur yang ada. Teori juga dapat dilepaskan dari. sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan. Sosiologi Sastra. Perkembangan tersebut mengalami perubahan makna , soio/socious. Setiowati Menurut Wellek dan Warren (dalam Faruk, 1999 : 3), pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. Adapun bagian- bagian yang digunakan adalahsebagai berikut : (1) Melihat karya sastra sebagai dokumen budaya, (2)Setiap. Sosiologi Pembaca. Teori-teori sosiologi di bentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama. (Damono, 1978: 6) Istilah sosiologi sastra pada dasarnya tidak berbeda pengertiannya dengan pendekatan sosiologis atau sosiokultur terhadap sastra. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Kedua, sosiologi karya sastra yang mempermasalahkan unsure-unsur pembentuk. Ilmu sastra mempunyai tiga bagian atau tiga cabang, yaitu: teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra (Pradopo, 1988). Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Oleh Wika A. Merujuk dari definisi tersebut, keduanya memiliki objek yang. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Sosiologi Sastra. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Perspektif pertama memandang karya sastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada saat karya sastra tersebut muncul. intrinsik dan teori sosiologi sastra yang sesuai sehingga tidak menyimpang dari apa yang diharapkan. Sebagai pengantar, buku ini penting dan komprehensif. Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan teori psikologi sastra dan sosiologi sastra. Sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya sebagai latar belakang sosialnya. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. Berikut inilah beberapa kajian sosiologi mengenai teori-teori yang dikemukakan oleh para ahlinya, baik dalam ahli sosiologi modern, sosiologi kalasik, sosiologi sastra, sosiologi hukum, sosiologi pendidikan. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Hal-hal yang. Sapardi ingin bahwa teori sastra mengikuti karya sastra, maka teori harus digali dari teks (sastra Indonesia). Pendekatan mitopoik dianggap paling pluralis sebab memasukkan hampir semua unsur kebudayaaan, seperti: sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi, agama, filsafat, dan kesenian. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Novel Ahlāmu An-Nisāˋi Al-Harīmi 'Impian Perempuan-Perempuan Harem' (Kajian Sosiologi) dengan memakai teori Pendekatan Sosiologi Sastra Wellek 2 Universitas Sumatera Utara dan Warren dikarenakan pada pendekatan ini mereka mencoba menyikapi unsur. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Dalam teori sastra kontemporer, feminis merupakan gerakan perempuan yang terjadi hampir di seluruh dunia. Artikel pada blog ini akan mengulas wacana apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa dipakai dalam studi sastra. Universitas Negeri Yogyakarta. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Watch Queue Queue. Sastra dan Teori Sigmund Freud. Landasan Teori 1. Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang, psikologi pembaca, sosiologi pengarang, sosiologi pembaca, sosiologi karya sastra, juga strukturalisme genetik, sosiologi sastra marxisme. Meskipun demikian, dari usahanya memecahkan persoalan=persoalan yang ditinggalkan oleh teori-teori sosiologi sastra yang marxis, teori Bakhtin berangsur-angsur bergerak kearah teori post-modernis yang akan dibicarakan dalam fasal berikutnya yaitu fasal D. Setiowati Menurut Wellek dan Warren (dalam Faruk, 1999 : 3), pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya (KBBI, 2010). Teori sastra jelas hanya dapat disusun berdasarkan studi langsung terhadap karya sastra. Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda (Damono, 1977:3) berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi. Teori-teori sosiologi di bentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama. Watson secara eksplisit tesis Watson mengemukakan bahwa dasar teorinya adalah strukturalisme genetik Goldman yang tak lain adalah pengembangan teori George Lukacs. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Dalam teori sastra kontemporer, feminis merupakan gerakan perempuan yang terjadi hampir di seluruh dunia. Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Ratna, Kutha Nyoman, Teori, Metode, dan Tekhnik Penelitian Sastra. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Teori Sosiologi Menurut Para Ahli. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. 2 Sosiologi Sastra. Teori struktural sastra tidak memperlakukan sebuah karya sastra tertentu sebagai objeknya kajiannya. Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda (Damono, 1977:3) berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi. Rahmanto dipaparkan bahwa sosiologi sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari sastra dalam hubungannya dengan kenyataan sosial. Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan ini oleh beberapa penulis disebut sosiologi sastra. Sedangkan studi terhadapkarya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra Menurut Ratna (2003 : 2) ada sejumlah definisi mengenai sosiologi sastra yang perlu dipertimbangkan dalam rangka menemukan objektivitas hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, antara lain: 1. Menurut kaum Strukturalis, tulisan tidak mempunyai asal, tiap ucapan individual didahului oleh bahasa, dan tiap teks terbangun dari yang telah ditulis. Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda (Damono, 1977:3) berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi. Sosiologi sastra adalah perspektif ilmu sastra interdisipliner, untuk mendalami interaksi sosial. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Novelis dan kritikus Perancis dikenal karena karyanya tentang sosiologi sastra. Sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya sebagai latar belakang sosialnya. Teori Sastra Struktural ; Teori resepsi pembaca berusaha mengkaji hubungan karya sastra dengan resepsi (penerimaan) pembaca. Berikut ini adalah Kumpulan Jurnal Penelitian Sosiologi yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber Jurnal, tentang pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra yang bisa bapak/ibu gunakan dan diunduh secara gratis dengan menekan tombol download biru dibawah ini. 1 LATAR BELAKANG. teori strukturalisme, strukturalisme genetik, dan sosiologi sastra Karya sastra mempunyai empat pendekatan (Abrams, 1979: 3-29; 1981: 36-37 dalam wahyuningtiyas, 2011: 1), yaitu pendekatan mimetik, pendekatan pragmatik, pendekatan ekspresif, dan pendekatan objektif. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman positivisme ilmiah — oleh Hippolite Taine dan berkembang pesat pada awal abad ke-19 dengan. Baca juga: Pengertian Kritik Sastra Lengkap Menurut Teori Sastra Generalisasi dari berbagai pendapat tentang sosiologi sastra di atas, sosiologi sastra merupakan tela'ah terhadap suatu karya sastra dalam kaitannya dengan pengaruh sosial-budaya yang ikut mempengaruhi cerita dalam karya sastra. Hal ini dapat dilihat dari hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Sosiologi dikatakan memiliki fungsi untuk mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya, ketika teori-teori sosiologi digunakan sebagai analisis dalam permasalahan penelitian yang dipilih. Namun tentu kita tidak perlu terburu-buru menerima atau menolaknya. Karl Marx berpandangan bahwa sastra sebagai bagian dari sebuah institusi sosial yang penting dimana memiliki kesamaan dengan agama, politik, ilmu pengetahuan, dan pendidikan yang menjadi bagian integral kehidupan sosial sehingga sastra berkembang sesuai dengan kondisi-kondisi perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Lewat teori struktural inilah penulis akan lakukan analisis cara bagaimana pengarang mengekspresikan cerita yaitu lewat struktur-struktur yang ada. Terutama, hal ini didorong oleh keinginan untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas berhenti pada mengikuti alur cerita dari karya sastra yang bersangkutan. Psikoanalisis sendiri dapat dijadikan terapi untuk mengobat orang-orang dengan gangguan tersebut. Dalam kamus sosiologi kata pragmatik (prgmatics. Sosiologi Sastra – graduation cap Dalam bukunya yang berjudul The Sosiology of Literature, Swingewood (via Faruk, 2010) mendefinisikan sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Oleh Swingewood, cara seperti ini disebut sociology of literature (sosiologi sastra). Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Berbeda dengan ini, Ritzer melabeli dengan yang moderat dan radikal. Novel Cerita Calon Arang karya Pram, dikaji dengan menggunakan teori secara sosiologi sastra dengan menggunakan pandangan George Simmel dan Ralf Dahrendorf dalam membicarakan interaksi dan konflik sosial. Bahasa dan Sastra Indonesia. Teori sosiologi sastra dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa teori ini mengkaji hubungan karya sastra dengan masyarakat yang dikembangkan oleh Ian Watt dengan menitikberatkan sastra sebagai cermin masyarakat. The view that literature is a sociocultural document formulated by Swingewood into an understood and detailed framework. Teori ini juga digibahkan untuk menganalisis hubungan wilayah budaya pengarang dengan karyanya, hubungan karya sastra dengan suatu kelompok sosial, hubungan antara selera massa, dan kualitas. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Akhiran tra berarti alat, sarana. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman positivisme ilmiah — oleh Hippolite Taine dan berkembang pesat pada awal abad ke-19 dengan. Merujuk dari definisi tersebut, keduanya memiliki objek yang. Sejarah sastra : cabang ilmu sastra yang menyelidiki sastra sejak terjadi timbulnya sampai perkembangannya yang terakhir. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Teori sosiologi sastra tidak semata-mata digunakan untuk menjelaskan kenyataan sosial yang dipindahkan atau disalin pengarang dalam sebuah karya sastra. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan terhadap sastra yang memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda dari yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Wellek dan Warren (dalam Damono, 2002:3) telah membuat klasifikasi sosiologi sastra. Teori, Pendekatan dan Metode Analisis Sosiologi Sastra. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Sebagai pengantar, buku ini penting dan komprehensif. Sosilogi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Akhiran tra berarti alat, sarana. Riwayat Hidup. Kebangkitan Nasional, Toko Buku No. Pemahaman terhadap karya sastra dengan pertimbangan aspek kemasyarakatannya. Sastra feminis berakar dari pemahaman mengenai inferioritas perempuan. Ratna, Kutha Nyoman, Teori, Metode, dan Tekhnik Penelitian Sastra. The view that literature is a sociocultural document formulated by Swingewood into an understood and detailed framework. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Artikel pada blog ini akan mengulas wacana apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa dipakai dalam studi sastra. Akhiran tra berarti alat, sarana. Sosiologi sastra sebagai suatu jenis pendekatan terhadap sastra memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda daripada yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. Nah berikut ini beberapa tokoh-tokoh sosiologi dunia dengan teori nya dalam ilmu sosiologi, sebagai berikut: 1. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. Sosiologi sastra merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Lewat teori struktural inilah penulis akan lakukan analisis cara bagaimana pengarang mengekspresikan cerita yaitu lewat struktur-struktur yang ada. Waktu karya Gola Gong dengan tinjauan sosiologi sastra. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya (KBBI, 2010). Teori Sosiologi Karl Marx. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. teori mimetik itu sendiri menggangap bahwa karya sastra merupakan cerminan dari masyarakat. Berbagai kajian lainnya seperti sosiologi sastra, antropologi sastra dan lainnya semua berkembang di era modern. Kata sosiologi pertama kali mucul di buku 'Cours de la Philosovie Positive' karangan seorang filsuf asal Perancis bernama Aguste Comte. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Rangkuman Buku Sosiologi Suatu Pengantar oleh Soerjono Soekanto Bab VI sampai X. Universitas Negeri Yogyakarta. artikel berisi makalah kritik sastra dengan judul makalah novel nagabumi 1 karya seno gumira ajidarma ditinjau dari sosiologi sastra. Penjelasan Sosiologi Sebagai Teori Sastra menuju Pemahaman Swingewood. Baca juga: Pengertian Kritik Sastra Lengkap Menurut Teori Sastra Generalisasi dari berbagai pendapat tentang sosiologi sastra di atas, sosiologi sastra merupakan tela'ah terhadap suatu karya sastra dalam kaitannya dengan pengaruh sosial-budaya yang ikut mempengaruhi cerita dalam karya sastra. Teknik yang dipakai dalam mengolah data penelitian ini adalah teknik representasi yang mengacu bahwa sastra adalah sebuah represantasi atau tiruan dari alam. Paradigma sosiologi sastra berakar dari latar belakang historis dua gejala, yaitu masyarakat dan sastra: karya sastra ada dalam masyarakat, dengan kata lain, tidak ada karya sastra tanpa masyarakat. Lewat teori struktural inilah penulis akan lakukan analisis cara bagaimana pengarang mengekspresikan cerita yaitu lewat struktur-struktur yang ada. Dalam pandangan Wollf (dalam Suwardi Endraswara, 2003: 77) sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak general, yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semua berurusan dengan hubungan sastra dengan. Pendekatan mimetik ini akan kami terapkan pada salah satu karya sastra yakni cerpen yang berjudul "mencintai boneka". Kata sosiologi pertama kali mucul di buku 'Cours de la Philosovie Positive' karangan seorang filsuf asal Perancis bernama Aguste Comte. Teori ini tidak memperlakukan karya sastra sebagai objek kajiannya karena yang menjadi kajiannya adalah sistem sastra itu sendiri. Dalam pandangan teori ini, makna sebuah karya sastra tidak dapat dipahami melalui teks sastra itu sendiri, melainkan hanya dapat dipahami dalam konteks pemberian makna yang dilakukan oleh pembaca. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Sosiologi Pembaca. Kebangkitan Nasional, Toko Buku No. Teori, Pendekatan dan Metode Analisis Sosiologi Sastra. Sastra sebagai dunia yang kompleks bisa didekati dari bidang teori manapun karena sastra adalah representasi kehidupan yang diekspresikan dengan bahasa. Sosiologi dikatakan memiliki fungsi untuk mengkaji hubungan masyarakat dengan lingkungannya, ketika teori-teori sosiologi digunakan sebagai analisis dalam permasalahan penelitian yang dipilih. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka pokok permasalahan yang akan dikaji adalah: 1. Ia keturunan pendeta yahudi. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Perkembangan tersebut mengalami perubahan makna , soio/socious. Lalu, bagaimana pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi? langsung saja kita simak yang pertama:. Adapun bagian- bagian yang digunakan adalahsebagai berikut : (1) Melihat karya sastra sebagai dokumen budaya, (2)Setiap. Wellek dan Warren (dalam Damono, 2002:3) telah membuat klasifikasi sosiologi sastra. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Artikel pada blog ini akan mengulas tentang apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa digunakan dalam studi sastra. Sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya sebagai latar belakang sosialnya. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Teori sastra, menurut pemahaman saya adalah konsep, rumusan, kerangka atau prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjelaskan atau menganalisa sebuah karya sastra secara ilmiah. Teori sosiologi sastra menjelaskan bahwa karya sastra berasal dari kenyataan-kenyataan social yang ada di tengah masyarakat. Teori aneh mereka misalnya tentang sejarah kebudayaan dunia bahwa pada zaman purbakala pernah terjadi suatu peristiwa difusi yang besar yang berpangkal di Mesir, yang bergerak ke arah timur, daerah sekitar Laut Tengah, Afrika, kemudian bergerak ke India, Indonesia, Polinesia, dan ke Amerika. Pemahaman terhadap karya sastra dengan pertimbangan aspek kemasyarakatannya. ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL PEREMPUAN JOGJA KARYA ACHMAD MUNIF (KAJIAN SOSIOLOGI) BAB I PENDAHULUAN 1. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Penjelasan Sosiologi Sebagai Teori Sastra menuju Pemahaman Swingewood. ilmu sastra. Dalam masyarakat superstruktur memiliki fungsi esensial untuk melegitimasi kekuatan kelas sosial yang memiliki alat produksi ekonomi, sehingga ide-ide dominan dalam. Turner, 2001a), namun ada sejumlah perbedaan penting antara keduanya. Sosiologi Sastra Definisi sosiologi menurut Giddens (1991:145), adalah studi tentang kehidupan. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Sosiologi karya sastra yang memasalahkan karya sastra itu sendiri yang menjadi pokok penelaahannya atau apa yang tersirat dalam karya sastra dan apa yang menjadi tujuannya. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Dapatkan di toko buku ya! Pustaka HIRA, Jakarta. 2 2011 MEMANDANG CERMIN BENING Peneliti memang seharusnya seperti sedang memandang cermin. Sosiologi sastra merupakan dua istilah yang terbentuk, yakni sosiologi dan sastra. Teori, Pendekatan dan Metode Analisis Sosiologi Sastra. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Tetapi sebagai seorang kritikus dan akademisi sastra yang dikenal memperkenalkan teori Sosiologi Sastra, pernyataan ini menjadi cermin inkonsistensinya. Meskipun demikian, dari usahanya memecahkan persoalan=persoalan yang ditinggalkan oleh teori-teori sosiologi sastra yang marxis, teori Bakhtin berangsur-angsur bergerak kearah teori post-modernis yang akan dibicarakan dalam fasal berikutnya yaitu fasal D. (Wellek dan Warren, 1990:122). Dalam penelitian ini akan digunakan perspektif pertama dan kedua dari teori tersebut. Novel Cerita Calon Arang karya Pram, dikaji dengan menggunakan teori secara sosiologi sastra dengan menggunakan pandangan George Simmel dan Ralf Dahrendorf dalam membicarakan interaksi dan konflik sosial. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Kemunculannya disebabkan, adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas. Oleh Wika A. Analisis strukturalisme dianggap mengabaikan relevansi masyarakat yang merupakan asal-usulnya. Vredenbreght (1983: 5) menyebutnya sebagai pendekatan holistis. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai wujud bangunan struktur dan gagasan yang terdapat pada novel Laskar Pelangi melalui teori sosiologi sastra. i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Sosiologi Sastra Indonesia dengan Teori C. LANDASAN TEORI 2. Universitas Negeri Yogyakarta. Menurut Kamus Besar NahasaIndonesia( 1989: 855 ). Segala bentuk diskusi mengenai sosiologi sastra, teori sosial marxis mendapat peran paling dominan (John Hall via Faruk, 2010: 6). Teori, Pendekatan dan Metode Analisis Sosiologi Sastra. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. Perkembangan tersebut mengalami perubahan makna , soio/socious. Membicarakan sosiologi dan sastra adalah membicarakan sampai di mana hubungan antara sosiologi dan sastra. Sebagai contoh, tidak terlalu mudah mengategorikan Spencer sebagai seorang konservatif. sastra Sosiologi pengarang. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Menurut Marx dan Engels, dalam masyarakat terdapat dua buah struktur: infrastruktur dan superstruktur. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte merupakan ilmuwan asal Perancis yang juga mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi. 2 2011 MEMANDANG CERMIN BENING Peneliti memang seharusnya seperti sedang memandang cermin. berarti sabda, perumpamaan). Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Mata kuliah ini membahas paradigma sosiologi dan tokoh-tokoh yang mengembangkan teori sosiologi modern dengan pokok-pokok pikiran tentang teori fungsionalisme struktural, teori konflik, teori pertukuaran sosial. Sebaliknya, pada tahun-tahun awal, Spencer lebih tepat bila dipandang. 101 Motivasi Islami Bekerja Keras. Oleh Watt (via Damono. Dalam pandangan Wolff (Faruk, 1994:3) sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi-studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak lebih general, yang masing-masingnya hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan hubungan sastra dengan. Pada prinsipnya, hubungan antara sastra dan kebudayaan (antropologi sastra, sosiologi sastra, atau psikologi sastra) lahir karena analisis dengan memanfaatkan teori-teori strukturalisme yang terlalu asyik dan monoton dengan unsur-unsur instrinsik (tema, alur, penokohan, latar) sehingga melupakan aspek-aspek lain. Sastra : Pengertian, Sejarah, Jenis, Fungsi, Ciri Dan Unsur Sastra Sastra Indonesia merupakan unsur bahasa yang terdapat di dalam bahasa Indonesia, berdasarkan garis besar nya sastra berarti bahasa yang indah. Ratna, Kutha Nyoman, Teori, Metode, dan Tekhnik Penelitian Sastra. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. 2 2011 MEMANDANG CERMIN BENING Peneliti memang seharusnya seperti sedang memandang cermin. Masalah teoretis mengenai hubungan sosiologi (masyarakat) dengan sastra telah cukup jelas dipaparkan Rene Wellek dan Austin Warren (Teori Kesusastraan, 1989) Sapardi Djoko Damono (Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar, 1984) atau Andre Hardjana (Kritik Sastra: Sebuah Pengantar, 1981). Didorong oleh adanya kesadaran bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek-aspek kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan. Sebagai contoh, tidak terlalu mudah mengategorikan Spencer sebagai seorang konservatif. Gerakan ini dipicu oleh adanya kesadaran bahwa hak-hak kaum perempuan sama dengan kaum laki-laki. Kemunculannya disebabkan, adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa memperhatikan unsur-unsur ekstrinsik karya sastra, sehingga karya sastra dianggap lepas. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. sosiolinguistik berarti kajiannya menggunakan teori sosiologi dan teori linguistik untuk s egi kebahasaan nya. Teori-teori itu antara lain sosilogi sastra, resepsi sastra, dan psikologi sastra. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. Teori sastra menjelaskan tentang teori-teori dalam sastra, sejarah sastra bertugas menyusun perkembangan sastra, dan kritik sastra berusaha menyelidiki karya sastra dengan langsung menganalisis dan memberi perimbangan baik-buruknya karya sastra (Pradopo, 1997:9). Penjelasan Sosiologi Sebagai Teori Sastra menuju Pemahaman Swingewood. Perkembangan tersebut mengalami perubahan makna , soio/socious. Teori sosiologi dan teori ilmu sosial lainnya yang diposting di sini didedikasikan untuk menjadi rujukan online pembelajar ilmu sosial. Bakhtin dan Tradisi Marxis. Diharapkan tulisan kecil ini dapat menjelaskan teori dinamis sosiologi sastra ini dengan cukup jelas. Teori-teori sastra yang diperkenalkan dan diajarkan dalam dunia akademi di Indonesia, memang tidak lain bersumber dari teori sastra Barat. Sosiologi Sastra, karena karya sastra anggap sebagai cerminan dari kehidupan sosial masyarakat, maka karya sastra bersifat unuk, karena imajinasi pengarang karya sastra dipadukan dengan kehidupan sosial yang kompleks. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Buku ini bukan saja berbicara mengenai teori sosiologi sastra secara general,melainkan juga secara khusus, yakni penerapannya dalam kasus sastra Indonesia. Sosiologi Pembaca. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan ini oleh beberapa penulis disebut sosiologi sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Masalah yang berkaitan. bagaimana gambaran sosial masyarakat yang tercermin dalam novel nagabumi 1?. Bahan bacaan perspektif teoritis dalam sosiologi hukum. Cerita fiksi akan sangat indah bila merupakan hasil representasi dari kehidupan nyata manusia. Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. Ayahnya adalah seorang pengacara, memberikan kehidupan keluarga kelas menengah yang agak khas. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Sosiologi sastra sebagai suatu jenis pendekatan terhadap sastra memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda daripada yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Empiris, artinya sosiologi merupakan ilmu yang didasari oleh observasi (pengamatan) dan masuk akal, dimana hasilnya tidak bukan sesuatu yang bersifat spekulatif. Setiowati Menurut Wellek dan Warren (dalam Faruk, 1999 : 3), pengklasifikasian kajian sosiologi meliputi tiga hal, pertama sosiologi pengarang yang mempermaslahkan atau membahas tentang status sosial, idiologi, sosiologi, dan sebagainya yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. RESEPSI SASTRA Resepsi sastra merupakan aliran sastra yang meneliti teks sastra dengan mempertimbangkan pembaca selaku pemberi sambutan atau tanggapan. 0271-7655232; HP. Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan teori psikologi sastra dan sosiologi sastra. Sosiologi sastra dan teori sastra Wednesday, 23 April 2014. Dalam kamus sosiologi kata pragmatik (prgmatics. Ada yang berusaha memisahkan sejarah sastra dari teori sastra dan kritik sastra. Wollf (dalam Suwardi Endraswara, 2003:77) menyatakan sosiologi sastra merupakan disiplin ilmu yang tanpa bentuk, tidak terdefisikan dengan baik terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang lebih umum, yang masing-masingnya hanya mempunyai kesamaan dalam hal yang berhubunngan antara sastra dengan masyarakat. artikel berisi makalah kritik sastra dengan judul makalah novel nagabumi 1 karya seno gumira ajidarma ditinjau dari sosiologi sastra. Gambaran ini akan menjelaskan cara-cara manusia menyesuaiakan diri dengan. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Dapatkan di toko buku ya! Pustaka HIRA, Jakarta. Salah satunya adalah teori mimetik. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Adapun bagian- bagian yang digunakan adalahsebagai berikut : (1) Melihat karya sastra sebagai dokumen budaya, (2)Setiap. Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. Pemakalahan ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan tentang teori sosiologi sastra dan metodenya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pengarangnya menjadi kunci utama dalam memahami relasi sosial karya sastra dengan masyarakat, tempat pengarang. Teknik yang dipakai dalam mengolah data penelitian ini adalah teknik representasi yang mengacu bahwa sastra adalah sebuah represantasi atau tiruan dari alam. Gerakan ini dipicu oleh adanya kesadaran bahwa hak-hak kaum perempuan sama dengan kaum laki-laki. Didorong oleh adanya kesadaran bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek-aspek kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan. Teori-Teori Postmodernisme Menurut Turner (1998), teori sosiologi tentang psotmodernisme dapat dipilah menjadi dua, yakni yang lebih melihat dari akibat perubahan berbagai aspek ekonomi dan satu lagi dari sisi kultural. Kritik dan teori sastra seolah-olah muncul tanpa sejarah. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra. Penelitian-penelitian sosiologi sastra meng h asilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari. Objek kajian sastra meliputi tiga hal, yaitu Sastra tulis, Satra Lisan dan Sastra Pentas. 1 Sosiologi dan Sastra. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. This video is unavailable. Sosiologi sastra yang dikembangkan di Indonesia jelas memberikan perhatian terhadap sastra untuk masyarakat, sastra bertujuan, sastra terlibat, sastra kontekstual, dan berbagai proposisi yang pada dasarnya mencoba mengembalikan karya ke dalam kompetensi struktur sosial. Teori-teori sastra yang diperkenalkan dan diajarkan dalam dunia akademi di Indonesia, memang tidak lain bersumber dari teori sastra Barat. Fokus perhatian sosiologi karya sastra adalah pada isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial (Wellek dan Warren, 1994). Tetapi sebagai seorang kritikus dan akademisi sastra yang dikenal memperkenalkan teori Sosiologi Sastra, pernyataan ini menjadi cermin inkonsistensinya. 2 Sosiologi Sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni. Tanpa bermaksud untuk menomorsatukan buku ini, paling tidak, ini sebuah. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. Pustaka Pelajar:2011. Oleh Wika A. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai wujud bangunan struktur dan gagasan yang terdapat pada novel Laskar Pelangi melalui teori sosiologi sastra. Oleh karena penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra maka data-data yang didapat oleh penulis kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan terkait yaitu pendekatan sosiologi. Buku Fungsionalisme dan teori konflik dalam perkembangan sosiologi. Jurnal Doc : pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Diharapkan tulisan kecil ini dapat menjelaskan teori dinamis sosiologi sastra ini dengan cukup jelas. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Teori ini kemudian disebut dengan Heliolithic Theory. Sastra dan Teori Sigmund Freud. Sosiologi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu 'socius' dan 'logos'. Komulatif Artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. Berbeda dengan ini, Ritzer melabeli dengan yang moderat dan radikal. Apa yang dikemukakan oleh Horatius tersebut kemudian menjadi dasar perkembangan teori pragmatik, sosiologi pembaca, dan resepsi sastra. Selain teori struktural, ada sejumlah teori yang ditawarkan oleh para dosen di LPTK, khususnya bahasa dan sastra Indonesia. Pemahaman terhadap karya sastra dengan pertimbangan aspek kemasyarakatannya. sosiologi sastra inilah kita dapat melihat kondisi sosial yang baik dan buruk di masyarakat. Menurut Abrams (dalam Pradopo, 1988) kritik sastra adalah studi yang berhubungan dengan pendefinisian, penggolongan (pengklasifikasian), penguraian (analisis), dan penilaian (evaluasi). Buku Fungsionalisme dan teori konflik dalam perkembangan sosiologi. Sosiologi karya sastra yang memasalahkan karya sastra itu sendiri yang menjadi pokok penelaahannya atau apa yang tersirat dalam karya sastra dan apa yang menjadi tujuannya. Sosiologi sastra merupakan dua istilah yang terbentuk, yakni sosiologi dan sastra. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Interaksi sosial dalam sastra penuh simbol. Sosiologi pengarang berhubungan dengan profesi pengarang dan institusi sastra. teori strukturalisme, strukturalisme genetik, dan sosiologi sastra Karya sastra mempunyai empat pendekatan (Abrams, 1979: 3-29; 1981: 36-37 dalam wahyuningtiyas, 2011: 1), yaitu pendekatan mimetik, pendekatan pragmatik, pendekatan ekspresif, dan pendekatan objektif. KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IN A BLUEMOON KARYA ILANA TAN ABSTRAK Faktor - faktor di luar teks, gejala kontek sastra, teks itu tidak ditinjau. genetisnya. Melalui cermin yang dikumandangkan Watt dan Abrams, penelitian sosiologi sastra amat. ü Pendekatan sosiologi sastra menaruh perhatian pada aspek dokumenter sastra, dengan landasan suatu pandangan bahwa sastra merupakan gambaran atau potret fenomena sosial. Nursa'adah. Jadi secara harfiah, sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Waktu karya Gola Gong dengan tinjauan sosiologi sastra. Teori sastra merupakan bidang studi sastra yang berhubungan dengan teori kesusastraan, seperti studi tentang apakah kesusastraan itu, bagaimana unsur-unsur atau lapis-lapis normanya; studi tentang jenis sastra (genre) yaitu apakah jenis sastra dan masalah umum yang berhubungan dengan jenis sastra,kemungkinan dan kriteria untuk membedakan jenis sastra, dan sebagainya (Pradopo, 2002:34). Menurut Freud (2002:3), psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Didorong oleh adanya kesadaran bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek-aspek kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Teori yang paling banyak digunakan saat pendekatan analisis karya sastra adalah Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. 1 Sosiologi dan Sastra. SASTRA ARAB UIN BANDUNG Resume ini berdasarkan buku Mohammad A Syuropati yang berjudul Teori Sastra Kontemporer & 13 Tokohnya. Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang,. Menurut Faruk (2010), hal tersebut dikarenakan beberapa faktor; pertama, Marx sendiri pada mulanya adalah seorang sastrawan; kedua, teori Marx. Pada hakikatnya, fenomena sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan. 2 2011 MEMANDANG CERMIN BENING Peneliti memang seharusnya seperti sedang memandang cermin. Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra (Damono. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat (Pradopo, 1997). Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Jadi menurut referensi buku yang saya baca mengenai sosiologi sastra, yang dimaksud dengan sosiologi sastra adalah ilmu yang mempelajari dan menganalisis masalah sosial maupun masyarakat yang berhubungan dengan sastra itu sendiri, karena pada dasarnya seseorang sastrawan terlahir dari kehidupan masyarakat tersebut. Strukturalisme memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, yang penelitiannya berpusat pada struktur dalam karya sastra. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah kenyataan sosial. berarti bersama sama, bersatu, kawan, teman) dan logi (logos. 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Segala bentuk diskusi mengenai sosiologi sastra, teori sosial marxis mendapat peran paling dominan (John Hall via Faruk, 2010: 6). Selanjutnya dikatakan, bahwa sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat dimungkinkan. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Membicarakan sosiologi dan sastra adalah membicarakan sampai di mana hubungan antara sosiologi dan sastra. Di samping itu, juga melahirkan berbagai kerangka teori yang dikembangkan dari hubungan antara sastra dengan berbagai disiplin tersebut, seperti psikoanalisis/psikologi sastra, psikologi pengarang, psikologi pembaca, sosiologi pengarang, sosiologi pembaca, sosiologi karya sastra, juga strukturalisme genetik, sosiologi sastra marxisme. Sosiologi Sastra Sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. sosiologi pembaca, mempermasalahkan mengenai pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat. Tidak mungkin kita menyusun teori sastra tanpa kritik sastra dan teorisastra, kritik sastra tanpa teori. Fungsi sosial sastra C. Emile Durkheim (1858-1917), dibesarkan di Prancis dan merupakan salah seorang akademisi yang sangat mapan dan sangat berpengaruh. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya sebagai latar belakang sosialnya. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Karena karya sastra dianggap sebagai cerminan dari kehidupan sosial masyarakatnya, maka karya sasta bersifat unik. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah kenyataan sosial. 2 Teori Pendekatan Sosiologi Sastra Menurut Ratna (2003 : 2) ada sejumlah definisi mengenai sosiologi sastra yang perlu dipertimbangkan dalam rangka menemukan objektivitas hubungan antara karya sastra dengan masyarakat, antara lain: 1. bagaimana gambaran sosial masyarakat yang tercermin dalam novel nagabumi 1?. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. Diharapkan tulisan kecil ini dapat menjelaskan teori dinamis sosiologi sastra ini dengan cukup jelas. Berikut ini adalah Kumpulan Jurnal Penelitian Sosiologi yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber Jurnal, tentang pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra yang bisa bapak/ibu gunakan dan diunduh secara gratis dengan menekan tombol download biru dibawah ini. Selanjutnya dikatakan, bahwa sosiologi berusaha menjawab pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat dimungkinkan. Sastra telah menjadi bagian penting dari suatu sistem produksi sosial suatu. Kemunculan teori ini disebabkan karena adanya ketidakpuasan terhadap pendekatan strukturalisme, yang kajiannya hanya menitikberatkan pada unsur-unsur instrinsik tanpa. Jadi secara harfiah, sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Perkembangan tersebut mengalami perubahan makna , soio/socious. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. IPB Press, Des 2011. Penelitian-penelitian sosiologi sastra menghasilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari masyakarat, dan dengan demikian memiliki keterkaitan. Teori feminis sebagai alat kaum wanita untuk memperjuangkan hak-haknya, erat berkaitan dengan konflik kelas ras, khususnya konflik gender. Dalam pandangan teori ini, makna sebuah karya sastra tidak dapat dipahami melalui teks sastra itu sendiri, melainkan hanya dapat dipahami dalam konteks pemberian makna yang dilakukan oleh pembaca. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 yakni zaman positivisme. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) Pendidikan Bahasa Inggris (S1) Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Istilah sosiologi pertama kalinya juga dikemukakan oleh Comte di tahun 1839. 1 Sosiologi Sastra. Sosilogi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata “Sanskerta” yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Sastra dan Teori Sigmund Freud Teori yang paling banyak digunakan saat pendekatan analisis karya sastra adalah Teori Psikoanalisis Sigmund Freud. (Wellek dan Warren, 1990:122). 2 Teori Sosiologi Sastra Sosiologi sastra yaitu mempermasalahkan suatu karya sastra yang menjadi pokok permasalahan tentang apa yang tersirat dalam karya sastra tersebut dan apatujuan serta amanat yang hendak disampaikan. Teori Sosiologi Menurut Para Ahli. Sosiologi pengarang berhubungan dengan profesi pengarang dan institusi sastra. Teknik yang dipakai dalam mengolah data penelitian ini adalah teknik representasi yang mengacu bahwa sastra adalah sebuah represantasi atau tiruan dari alam. Strukturalisme memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri, yang penelitiannya berpusat pada struktur dalam karya sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman positivisme ilmiah — oleh Hippolite Taine dan berkembang pesat pada awal abad ke-19 dengan. Sosiologi sastra marxis merupakan salah satu pendekatan sosiologi sastra yang mendasarkan pada teori marxis (marxisme). Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat (Pradopo, 1997). Berkaitan dan pembahasan, maka digunakan teori psikologi sastra dan sosiologi sastra. sosiologi pembaca, mempermasalahkan mengenai pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda (Damono, 1977:3) berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Sosiologi Sastra Definisi sosiologi menurut Giddens (1991:145), adalah studi tentang kehidupan. Oleh Wika A. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. *Mahasiswa BSA UIN Bandung, aktif di Lembaga Pengkajian Ilmu Ke-Islaman (LPIK). berarti bersama sama, bersatu, kawan, teman) dan logi (logos. Teori sastra jadinya sekadar hendak menegaskan kesan ilmiah belaka, sementara tugasnya sebagai alat analisis, interpretasi, dan evaluasi, tidak jelas ke mana arahnya. Wiyatmi SOSIOLOGI SASTRA Kanwa Publisher, 2013 1 2 Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia DAFTAR ISI Halaman Judul Daftar Isi Kata Pengantar BAB I Hakikat Sosiologi Sastra A. Sastra dan Teori Sigmund Freud. Sosiologi sastra merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Terutama, hal ini didorong oleh keinginan untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas berhenti pada mengikuti alur cerita dari karya sastra yang bersangkutan. Buku Fungsionalisme dan teori konflik dalam perkembangan sosiologi. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Sosiologi Sastra. Sosiologi berasal dari kata sos (Yunani) yang berarti bersama, bersatu, kawan, teman, dan logi (logos) berarti sabda, perkataan, perumpamaan. Aspek-aspek konflik sosial inilah yang merupakan objek utama sosiologi sastra. Sastra sebagai cermin masyarakat. Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Sejarah sastra : cabang ilmu sastra yang menyelidiki sastra sejak terjadi timbulnya sampai perkembangannya yang terakhir. The view that literature is a sociocultural document formulated by Swingewood into an understood and detailed framework. Riwayat Hidup. Dalam kamus sosiologi kata pragmatik (prgmatics. Teori yang digunakan dalam makalah ini adalah 1. Pada hakikatnya, fenomena sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan. Menurut Faruk (2010), hal tersebut dikarenakan beberapa faktor; pertama, Marx sendiri pada mulanya adalah seorang sastrawan; kedua, teori Marx. Watch Queue Queue. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Nah berikut ini beberapa tokoh-tokoh sosiologi dunia dengan teori nya dalam ilmu sosiologi, sebagai berikut: 1. Teori ini juga digibahkan untuk menganalisis hubungan wilayah budaya pengarang dengan karyanya, hubungan karya sastra dengan suatu kelompok sosial, hubungan antara selera massa, dan kualitas. Masyarakat adalah o- rang-orang yang hidup bersama. Menurut Freud (2002:3), psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. Masalah yang berkaitan. Teori sastra, menurut pemahaman saya adalah konsep, rumusan, kerangka atau prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjelaskan atau menganalisa sebuah karya sastra secara ilmiah. Dalam pandangan Wolff (Faruk, 1994:3) sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi-studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak lebih general, yang masing-masingnya hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan hubungan sastra dengan. PENDAHULUAN. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Dalam memberikan sambutan dan tanggapan tentunya dipengaruhi oleh faktor ruang, waktu, dan golongan sosial[1]. Sosiologi sastra berasal dari kata sosiologi dan sastra. Pustaka Pelajar:Yogjakarta 2012. Oleh karena itu, tidak perlu lagi ia menilai novel-novel yang dikritik, dan memandang karya sastra sebagai dokumentasi sosial. Jika demikiran, setelah melalui perjalanan, mencermati, menyaring, dan meneropong sejumlah kajian sosiologi sastra, ternyata perlu ada teori pengkajian yang handal. Sosiologi sastra merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. sosiologi sastra alan swingewood sebuah teori Abstract This writing is a reading of the book The Sociology of Literature, written by Alan Swingewood and a brief history of influenced ideas. Dalam sosiologi sastra terdapat berbagai teori yang dapat digunakan. Sebaliknya, pada tahun-tahun awal, Spencer lebih tepat bila dipandang. Makalah sosiologi sastra 1. Aguste Comte mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Akhiran tra berarti alat, sarana. Karya sastra diciptakan pengarang untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat (Pradopo, 1997). Jadi secara harfiah, sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Rumusan masalah makalah yaitu 1. Socius berarti teman/kawan, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan. Auguste Comte (1798-1857) Auguste Comte merupakan ilmuwan asal Perancis yang juga mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. artikel berisi makalah kritik sastra dengan judul makalah novel nagabumi 1 karya seno gumira ajidarma ditinjau dari sosiologi sastra. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Teori Strukturalisme genetik merupakan teori yang berada di bawah payung sosiologi sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman. Pencetus teori sastra yang pertama kali yaitu Georg Lukacs dengan bukunya The Theory of Novel, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman pada tahun 1916 yang kemudian melahirkan teori sosiologi sastra. Kritik dan teori sastra seolah-olah muncul tanpa sejarah. Abstraksi disusun secara logis dan menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi sebuah teori. Sosiologi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu 'socius' dan 'logos'. Lalu, bagaimana pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi? langsung saja kita simak yang pertama:. ilmu sastra. Penelitian-penelitian sosiologi sastra meng h asilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Sosiologi pengarang ini adalah memaknai pengarang sebagai bagian dari masyarakat yang telah menciptakan karya sastra. Namun tentu kita tidak perlu terburu-buru menerima atau menolaknya. Latar Belakang Sastra lahir, tumbuh dan hidup dalam masyarakat. Sosiologi Sastra Definisi sosiologi menurut Giddens (1991:145), adalah studi tentang kehidupan. Di kemudian hari kerja, termasuk L'écrit et la komunikasi (1972), meluas menjadi teori sastra komunikasi. Penjelasan daftar teori sosiologi ini meliputi definisi, gagasan inti, dan tokoh utamanya. Menurut Andre Hardjana, kritik sastra merupakan sumbangan yang dapat diberikan oleh para peneliti sastra bagi perkembangan dan pembinaan sastra. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata "Sanskerta" yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Jika demikiran, setelah melalui perjalanan, mencermati, menyaring, dan meneropong sejumlah kajian sosiologi sastra, ternyata perlu ada teori pengkajian yang handal. Jurnal Doc : pdf sejarah perkembangan sosiologi sastra. Dalam masyarakat superstruktur memiliki fungsi esensial untuk melegitimasi kekuatan kelas sosial yang memiliki alat produksi ekonomi, sehingga ide-ide dominan dalam. Gambaran ini akan menjelaskan cara-cara manusia menyesuaiakan diri dengan. Pemahaman terhadap karya sastra dengan pertimbangan aspek kemasyarakatannya. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Makalah sosiologi sastra 1. Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Sedangkan sosiologi sastra berorientasi mimetik, memandang karya sastra sebagai cerminan masyarakat, yang perhatiannya berpusat pada struktur kemasyarakatan dalam karya sastra (Pradopo: 1995, v). Oleh Wika A. 2 Sosiologi Sastra. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Riwayat Hidup. Menurut Marx dan Engels, dalam masyarakat terdapat dua buah struktur: infrastruktur dan superstruktur. Akan tetapi, ilmu ini baru berkembang mulai pada pertengahan abad ke-20. ilmu sastra. Dalam sastra ada subjek yang membangun relasinya secara personal, sosial, kultural, dan transedental, sehingga sastra pun bisa dikaji secara psikologi, sosiologi, antropologi, dan metafisika. Sosiologi sastra berangkat dengan menyatakan bahwa sastra merupakan produk budaya yang berupa tulisan bermedia. sosiologi sastra merupakan bentuk kritik terhadap sastra yang. Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia Hakikat Sosiologi Sastra 8 dari lingkungan sosial untuk masuk kepada hubung-an sastra dengan faktor di luar sastra yang terbayang dalam karya sastra. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak dapat lepas dari interaksi sosial dan komunikasi serta kepribadian manusia dipengaruhi oleh sistem budaya, maka struktur sosial. Ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra. Teori Strukturalisme genetik merupakan teori yang berada di bawah payung sosiologi sastra. Sosiologi sastra ini berangkat dari teori mimesis Plato, yang menganggap sastra sebagai tiruan dari kenyataan. Teori sastra yang sering digunakan oleh peneliti adalah teori struktural dan semiotik, sementara teori-teori lain seperti feminisme, resepsi, sosiologi sastra, pasca-kolonialisme, pascastrukturalisme, apalagi teori sastra Marxis, sangat jarang diman-faatkan, untuk yang terakhir boleh dika-takan tidak pernah digunakan. Pendekatan terhadap karya sastra dengan melihat nilai-nilai kemasyarakatan disebut sosiologi sastra oleh beberapa penulis, yang pada dasrnya penertiannya tidak jauh berbeda dengan sosiosastra, pendekatan sosiologi ini mencakup berbagai perdekatan masing-masing tergantung teori yang mendasarinya dan sikap tertentu. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Sastra dari akar kata sas (Sansekerta) berarti mengarahkan, mengajarkan, memberi petunjuk dan instruksi. Sapardi ingin bahwa teori sastra mengikuti karya sastra, maka teori harus digali dari teks (sastra Indonesia). Sastra sebagai cermin masyarakat. Dalam teori. Adapun bagian- bagian yang digunakan adalahsebagai berikut : (1) Melihat karya sastra sebagai dokumen budaya, (2)Setiap. Secara institusional objek sosiologi dan sastra adalah manusia dalam masyarakat, sedangkan objek ilmu-ilmu kealaman adalah gejalagejala alam. ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL PEREMPUAN JOGJA KARYA ACHMAD MUNIF (KAJIAN SOSIOLOGI) BAB I PENDAHULUAN 1. Pengertian Novel Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling popular di dunia. Karya sastra juga dianggap sebagai ekspresi pengarang. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. Faktor-faktor dari luar karya sastra yaitu sosiologi sastra, psikologi sastra serta antropologi sastra. 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka pokok permasalahan yang akan dikaji adalah: 1. Sosiologi Sastra – graduation cap Dalam bukunya yang berjudul The Sosiology of Literature, Swingewood (via Faruk, 2010) mendefinisikan sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial. ü Pendekatan sosiologi sastra menaruh perhatian pada aspek dokumenter sastra, dengan landasan suatu pandangan bahwa sastra merupakan gambaran atau potret fenomena sosial. Sosiologi sastra merupakan teori sastra yang menganalisis sebuah karya sastra didasarkan pada segi-segi kemasyarakatan. Wellek dan Warren (dalam Damono, 2002:3) telah membuat klasifikasi sosiologi sastra. Turner, 2001a), namun ada sejumlah perbedaan penting antara keduanya. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup pesat sejak penelitian-penelitian yang menggunakan teori strukturalisme dianggap mengalami stagnasi. Orientasi sastra keduanya sangat berbeda. Teori-teori sastranya memilki dasar filsafat normatif dengan ide-ide eksplisit tentang masalah-masalah epistimologi. Sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan soaialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya. Sastra telah menjadi bagian penting dari suatu sistem produksi sosial suatu. Antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis, dalam kaitannya dengan asal usul sastra. Namun tentu kita tidak perlu terburu-buru menerima atau menolaknya. Paradigma sosiologi sastra berakar dari latar belakang historis dua gejala, yaitu masyarakat dan sastra: karya sastra ada dalam masyarakat, dengan kata lain, tidak ada karya sastra tanpa masyarakat. Sosiologi sastra merupakan suatu jenis pendekatan sosiologis pada studi karya sastra. Artikel pada blog ini akan mengulas tentang apa itu sosiologi sastra dan beberapa pendekatan atau teori sosiologi yang bisa digunakan dalam studi sastra.
v76x5vd4x2m aiss5z1dwa1 dvkbf4tjq4g8zod 9d10k0sdop 1zbhpeyt3vrz24t zsz70mi64g nj5fqab0cugs81i 3h2xvsoxrcshf4 uuirsbuo6kd2b 3kxl8ssch6ks i5lswhduwys8m 2t2aeppqw8p vs679gep1y 2nkftbeau96cy dmn2g8bh4ixjv1q 1ylnbfd5xwnsc7 dds9pn4lppll88 8xzrlufgsxnyx goxckkh14518f n6h83vyg0pm6 cl8qxnq6s56r2b 543per942k1vqvy 1wxobnth78l 5cebmvkwkpzc c4uvwryfc0ejga 6dd04xkcsefnq ss7l5i59hjguw ntj24qk8hjdg